Selasa, 18 November 2008

Malam Pertama yang ketiga

Hampir semua manusia berusaha menunda
untuk melewati “malam pertama yang ketiga”
dengan berbagai alasannya masing-masing; namun demikian tetap saja mereka harus melewatinya sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan.


Waktu tidak pernah menunggu kita tetapi kitalah yang harus menunggu waktu.


Pada dua malam pertama yang telah kita sampaikan sebelumnya dimana semua kerabat dan handai tolan serta teman dan sahabat berkumpul untuk memberikan doá yang terbaik bagi setiap insan yang akan melewati malam-malam pertamanya maka pada “malam pertama yang ketiga” mereka juga berkumpul untuk memberikan doá dan harapan-harapan terbaik bagi seseorang yang melewati “malam pertama yang ketiga”

Seperti halnya “malam pertama yang kesatu” maka “malam pertama yang ketiga” merupakan hak dan rahasia Ilahi yang tidak dapat diceriterakan oleh siapapun yang melewatinya, hanya “malam pertama yang kedua” saja yang menjadi hak dan rahasia manusia.

Sebelum seseorang melewati “malam pertama yang ketiga” maka sudah barang tentu dipersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin oleh keluarga dari orang yang akan menuju gerbang “malam pertama yang ketiga”
Demikian juga bagi insan yang akan melewatinya sudah barang tentu sebaiknya mempersiapkan diri dengan segala sesuatunya yang terbaik agar dapat melewati “malam pertama yang ketiga” dengan penuh ketabahan hati dan dengan bekal keimanan yang kukuh agar tidak mengalami hambatan.

Pada “malam pertama yang kesatu” kita ditemani oleh banyak orang dengan iringan doá serta harapan yang baik; selanjutnya pada “malam pertama yang kedua” kita hanya berdua dengan seseorang yang kita kasihi dan sayangi. Artinya kita sudah lebih berani dalam menghadapi dan melewati malam-malam pertama kita.


Nah pada “malam pertama yang ketiga” ini muncul satu pertanyaan sederhana

yaitu

“Apakah kita berani “ melewati

“malam pertama yang ketiga” ini seorang diri ???


Lalu dengan siapa kita akan melewatinya bila kita merasa takut; dan siapakah orang yang bersedia menemani kita di “malam pertama yang ketiga” ini ???


Jangan pernah mengatakan bahwa anda adalah seorang pemberani didunia ini yang tidak punya rasa takut terhadap siapa saja atau apa saja yang akan menghalangi anda. Namun tanpa bekal yang cukup anda tidak akan mampu melewati “malam pertama yang ketiga” ini dengan selamat. Yakinlah dan percayalah bahwa setelah melewati “malam pertama yang ketiga” ini anda hanya memiliki dua kemungkinan yaitu selamat atau celaka.

Malam-malam pertama yang menjadi rahasia Ilahi diharuskan kepada setiap manusia untuk melewatinya, tetapi “malam pertama yang kedua” sebagai rahasia manusia bisa saja manusia tidak melewatinya dengan berbagai alasan.


Kapankah “malam pertama yang ketiga”

Harus dilewati oleh setiap manusia?

Pada malam itu secara umum seorang manusia hanya sendirian tanpa teman dan tanpa orang yang dikasihi pada tempat yang sangat gelap tanpa ada sinar serta dingin dan lembab disekelilingnya. Kita tergolek tanpa daya dan tanpa tenaga lagi, semua kekuatan yang kita miliki musnah dan tidak dapat menolong kita.

Pada “malam pertama yang kesatu” kita dipeluk oleh ibunda kita tercinta; didekap dan dibelai sayang juga diberi kehangatan serta kelembutan dan tentu tidak lupa diberikan penjagaan yang sebaik mungkin.

Pada “malam pertama yang ketiga” ini kita didekap oleh ibu pertiwi tanpa belaian lembut dan tanpa kehangatan apalagi kelembutan; kita tidak dijaga sama sekali dan dibiarkan segala mara bahaya menghampiri kita.



Inilah “malam pertama yang ketiga” yaitu

Malam pertama “ DALAM KUBUR ”



Tidak ada seorangpun didunia ini yang dapat menceriterakan pengalaman dan perasaan saat “malam pertama dalam kubur” karena semua ini adalah rahasia Ilahi.


Kita semua sudah sering diberikan peringatan oleh para ulama tentang alam kubur ini dan marilah kita semua mempersiapkan bekal sebaik mungkin untuk pada suatu saat yang ditentukan harus melewatinya. Semua diserahkan kepada kemampuan kita bersiap diri.

Terima kasih telah membaca sekelumit pandangan yang mudah-mudahan mempunyai manfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat. Bila ada tutur kata yang salah maka itu adalah kesalahan kami semata dan bila kebenaran yang tersurat maka itu adalah dari Allah taálla dzat pemilik alam semesta ini.

Penulis : R. Imam Nurhariyanto.




Untuk menambah pustaka anda dengan “3 malam pertama” silahkan mengirim
email ke : imamnh@hotmail.com




Apabila ada yang pernah merasakan “malam pertama ketiga” maka dapat
mengirimkan kisahnya melalui email: imamnh57@gmail.com